Si Budi adalah anak yang kebetulan terlahir cacad, satu dari dua
telinganya tidak memiliki daun telinga. Pada saat usianya mulai
menginjak lima tahun, Budi kecil sering sekali di ejek oleh
teman-temannya. Hingga Budi yang tadinya adalah anak periang belakangan
ini menjadi anak yang diam, pemurung, dan cenderung lebih suka
menyendiri. Kedua orang tua Budi begitu sedih melihat hal ini terjadi
pada anaknya. Ibunya yang begitu sayang padanya, kerap kali selalu
memotivasi si Kecil Budi untuk tidak malu dan rendah diri akan
kekurangannya tersebut. Namun usaha demi usaha yang dilakukan orang
tuanya sepertinya sia-sia belaka. Dari hari ke hari Budi semakin tidak
mengurung diri dan bertemu dengan teman-temannya.
Sampailah suatu ketika orang tuanya mengabari bahwa ada seorang dari surga yang
akan membantu Budi untuk memperbaiki daun telinganya melalui proses
operasi pencangkokan telinga... Budi kecil sangat bahagia sekali...
mendengar berita itu meskipun dalam hati ia bertanya-tanya
siapa gerangan orang ini dan apa bisa telinganya di cangkok menjadi
bagus seperti telinga yang satunya lagi.
Singkat cerita operasi itupun berjalan lancar dan sukses. Kini Budi memiliki dua telinga yang
normal seperti anak-anak lainnya. Dan tentu saja sejak saat itu Budi
kembali menjadi anak yang periang dan kembali aktif seperti sedia kala.
Akan tetapi didalam hati Budi ada satu pertanyaan yang belum terjawab.
Siapakah Gerangan orang dari Surga tersebut yang telah begitu mulia mau
mencangkokan telinga bagi dirinya. Namun setiap kali hal ini ditanyakan
pada kedua orang tuanya, Budi selalu mendapat jawaban “Sayang kelak
kamu akan tahu dengan sendirinya siapa orang itu.
Sampailah Budi kini sudah menjadi orang Dewasa yang sudah bekerja di luar daerah dan tinggal jauh
dari kedua orang tuanya.
Suatu ketika Budi begitu kaget mendapat berita bahwa Ibunya dalam kondisi
sakit keras dan Kritis. Segera saja Budi memutuskan untuk mengambil
cuti dan segera menengok ibunya. Sayang sekali begitu Budi tiba
dirumahnya Ibunya telah pergi mendahului untuk berpulang pada Tuhan
Yang Maha Kuasa.
Budi bagitu sedih, kaget dan yang membuatnya
lebih terpukul lagi manakala ia melihat Ibunya sedang dimandikan, dan
menemukan bahwa salah satu daun telinga ibunya tidak ada....., Budi
tidak pernah menyangka bahwa jika selama ini ibunya selalu memanjangkan
rambut adalah untuk menutupi salah satu telinganya yang telah ia potong
untuk di cangkokan pada dirinya. Budi mulai menitikkan Air Mata...
betapa ia tidak pernah mengetahui bahwa orang yang datang dari Surga
itu ternyata adalah ibunya sendiri dan kini tanpa sepengetahuannya pula
orang tersebut telah kembali lagi ke Surga tanpa Budi berada
disampingnya.
Sadarkah kita bahwa sesungguhnya begitu besar cinta
seorang ibu pada anaknya....apapun rela ia korbankan demi anaknya
tercinta....Ibu kita tidak pernah meminta apun sebagai imbalannya. Tapi
mengapa terkadang hanya untuk mendengarkan atau mengikuti nasehatnya
saja kita begitu sulitnya, meskipun sesungguhnya nasehat-nasehat itu
hanya untuk kebaikan hidup kita dan sama sekali bukan untuk kebaikan
ibu kita....
Kasih Sayang Ibu
- Kamis, 09 Desember 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar